Mulya Grafika

Mulya Grafika adalah halaman web yang bersisi penawaran dan galeri kumpulan produk, layanan jasa, serta portofolio hasil karya atau produk yang sudah kami kerjakan selama ini sebagai percetakan.

Paris

Layanan Cetak Buku

New York

Layanan Desian Cover dan Setting

San Francisco

Layanan Penerbitan Buku

Tentang Kami

.

Bermula dari jasa desain dan penerbitan buku, kami memperluas pelayanan menjadi percetakan, desain dan setting, serta penerbitan buku. Untuk penjelasan lebih lanjut, sialkan klik di bawah ini.

Jasa Layanan

.

Domain awal kami adalah percetakan buku. Seiring permintaan pelanggan, pelayanan diperluas tak hanya produk buku, tetapi melayani juga cetak majalah, kalender, brosur, undangan, dan lain sebagainya.

Order dan Biaya

.

Pembiayaan yang diterapkan di sini sangat dinamis, dapat dinegosiasikan sesuai kemampuan dan tentu besaran order. Ini juga berlaku pada ongkos kirim, dapat dicarikan alternatif yang lebih efektif dan efisien.

Jumat, 01 Januari 2021

Mengemas Kumpulan Artikel Menjadi Buku Siap Cetak

 
Istilah artikel koran dalam dunia tulis-menulis bagi para penulis pemula sering menjadi target khusus. Secara khusus semacam menjadi titik tolak diakuinya seorang penulis, yaitu jika salah satu tulisannya telah nongol di sebuah media massa, khususnya Koran. Mereka berlomba-lomba mengirimkan artikel atau mungkin opini kepada redaksi media dan berharap diterbitkan di halaman yang sangat bergengsi itu. Bagaimana tidak, dahulu sebelum muncul media online, setiap penulis pemula untuk menjadi penulis yang dikenal harus melalui fase mengirimkan puluhan tulisan untuk masuk seleksi redaksi media massa.

Seleksi tersebut tentu membuat kompetisi lumayan fear dan tidak semua penulis mampu, bahkan yang dikenal telah memiliki buku terbitan sekali pun. Sebuah pengalaman yang membanggakan bagi mereka yang pernah menjalani fase tersebut. Bahkan, menurut beberapa kawan yang memiliki pengalaman lolos seleksi, fase tersebut menjadi sangat adiktif. Kita menjadi selalu ingin mengirimkan tulisan kepada redaksi. Tak jarang, mereka seperti memiliki strategi khusus untuk meloloskan tulisannya dengan cara meramu sesuai rumusan yang mereka yakini sebagai model atau indikator diterima dan tidaknya sebuah artikel di sebuah Koran berplatform tertentu. Ada pula yang kemudian berani membuat buku yang berisi tips dan trik menulis artikel yang khusus diperuntukkan media massa Koran.

Pembuat buku semacam ini biasanya dilakukan oleh para penulis yang telah dianggap senior di bidang kepenulisan media. Secara otomatis, artikel-artikel yang pernah di muat di Koran pun ikut masuk di dalam halaman-halaman buku sebagai contoh konkret dan bukti keberhasilan penulisnya.

Pengumpulan artikel dan meramunya menjadi sebuah buku ini tidak hanya dilakukan untuk keperluan tips dan trik, tetapi juga melestarikan tulisan agar tidak hanya sekali baca dari Koran, kemudian dibuang atau hanya sekadar dikliping. Usaha tersebut tentu telah banyak dilakukan, meskipun tidak semua penulis yang memiliki artikel di media Koran telah melakukannya. Setidaknya, telah banyak penulis terkenal yang hampir kebanyakan bukunya berasal dari kliping koran berbentuk esai atau opini. Sebagai contoh saja, teman-teman tentu telah mengenal akrab buku-buku almarhum Prof. Kuntowijoyo yang kebanyakan adalah kumpulan tulisan beliau dari berbagai surat kabar. Tentu saja, buku-buku tersebut berisi artikel-artikel yang memiliki kesamaan tema, bahkan terkadang memiliki hubungan kelanjutan dari artikel sebelumnya, sesuai dengan konteks lahirnya tulisan tersebut. Selain dari berbagai surat kabar, terkadang tulisan-tulisan dalam buku-buku beliau juga berasal dari jurnal dan makalah yang pernah dipresentasikan di luar negeri, maupun dalam acara bertarap nasional di negeri sendiri: Indonesia.

Contoh lain yang lebih fenomenal adalah buku-buku Maulana Muhammad Ainun Najib, atau yang akrab dipanggil Emha Ainun Najib alias Cak Nun. Buku-buku beliau kebanyakan berasal dari tulisan-tulisan yang pernah dimuat di surat kabar, lalu dikliping dan diedit atau disunting ulang oleh Pak Totok Raharjo, sahabat setianya, untuk kemudian diterbitkan secara massal. Ada sekitar lima puluh judul lebih buku yang pernah diterbitkan Cak Nun, sungguh sangat fenomenal. Dan, kebanyakan berasal dari kumpulan artikel-artikel yang pernah dimuat di koran, majalah, atau di media masa yang lain.

Tahukah teman-teman? Buku-buku dari kedua tokoh yang kami sebut di depan, ternyata memiliki pasar sendiri. Dengan kalimat lain, mereka memiliki penggemar sendiri, yang cenderung sangat simpatik dengan tulisan-tulisan kedua tokoh tersebut. Salah satu buku almarhum Kuntowijoyo yang pernah menjadi favorit dan fenomenal adalah Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi, terbitan Mizan sekitar 1991, sedangkan buku Cak Nun yang sempat fenomenal adalah Markesot dan Markesot Bertutur Lagi, juga terbitan Mizan, dan saat ini telah diterbitkan ulang juga.

Melihat kisah tersebut, tentu kita bisa mengambil pelajaran bahwa sesungguhnya menerbitkan buku tidak harus menulis buku secara utuh, tetapi bisa berupa kumpulan tulisan atau artikel. Sebab, terkadang, menulis buku secara utuh memerlukan nafas yang sangat panjang, meskipun banyak juga teman-teman yang justru lebih menyukai menulis buku secara utuh ketimbang artikel, sebab ruangnya lebih longgar. Apabila teman-teman memiliki banyak kumpulan artikel atau berbagai makalah yang dianggap perlu dipublikasikan, sebaiknya segera menempuh jalur menerbitkan buku sendiri, agar lebih mudah tercapai. Sebab, tidak semua penerbit mau menerbitkan buku berbentuk kumpulan artikel, kecuali penulisnya sudah memiliki nama besar di dunia media massa.

logoblog

Rabu, 11 November 2020

Menyiapkan Cetak Buku Ajar, Diktat, atau Referensi untuk Mahasiswa

 


Seorang dosen pengampu mata kuliah biasanya memiliki berbagai tulisan yang berkaitan dengan bahan ajar di kelasnya. Beberapa lembar kertas bertuliskan materi kuliah biasanya diberikan kepada salah satu koordinator kelas untu difotokopi di setiap pertemuan kelas. Jika hal itu sering dilakukan, ada baiknya materi-materi tersebut dikumpulkan, jika perlu dilakukan editing seperlunya, lalu cobalah untuk menerbitkannya. Kalau pun tidak, Anda bisa melakukan cetak massal untuk mahasiswa Anda. Selain membantu, memudahkan mahasiswa, Anda tidak perlu mengeluarkan banyak waktu untuk melakukan fotokopi. Cukup menawarkan kepada mahasiswa ongkos cetak yang harus mereka berikan kepada Anda.

Secara umum, memang lebih baik jika diterbitkan sekalian. Anda bisa menggunakan nama penerbit kampus atau meminta bantuan penerbit-penerbit di sekitar kota Anda untuk menerbitkan buku tersebut dengan cara bekerja sama melalui berbagai ketentuan. Hal ini tentu lebih elegant dibandingkan dengan melakukan fotokopi berulang-ulang yang tentunya tidak begitu praktis, bahkan tak jarang lebih mudah hilang. Dengan menerbitkannya, setidaknya ada sebuah produk ilmiah yang menjadi pegangan bagi para mahasiswa yang sedang mengikuti mata kulaih Anda.

Tak jarang, ada pula dosen yang mencoba menerbitkan tesis atau disertasi yang kemudian dijadikan buku bahan ajar di kelas. Hal ini dilakukan tidak harus menerbitkan missal dalam arti besar sekali. Anda bisa melakukan cetak mulai dari 100 eksemplar atau mungkin 500 eksemplar, tergantung kebutuhan mahasiswa Anda. Cetak massal tentu lebih menguntungkan, sebab buku memiliki ketahanan yang lama, hingga bertahun-tahun. Jika harga kertas mulai merangkak naik, Anda tidak perlu ikut menambah pengeluaran, sebab masih banyak simpanan buku hasil cetak massal yang masih bisa dimanfaatkan mahasiswa yang baru mengambil mata kulaih Anda.

Selain itu, cetak buku atau menerbitkan buku ajar juga dimanfaatkan untuk keperluan lain, terutama berkaitan dengan jabatan Anda. Setidaknya, tidak hanya satu keuntungan yang didapat oleh seorang dosen yang mau mempermudah perkuliahan dengan cara menerbitkan buku bahan ajarnya untuk mahasiswa tercinta.

Tak hanya buku ajar, buku berbentuk diktat atau referensi, bahkan monograf dapat Anda persiapkan dari berbagai bahan yang tentu saja sudah di tangan. Kreativitas dalam menjalani pekerjaan tentu akan membantu kita dalam waktu pendek maupun dalam waktu jangka panjang ke depan.


logoblog

Selasa, 10 November 2020

Cetak Buku Panduan Pelatihan, Membantu dan Memudahkan Proses Fasilitasi



Fasilitator yang telah memiliki pengalaman luas tentu memiliki banyak bahan atau materi pelatihan. Mulai dari game yang dimanfaatkan untuk pendahuluan dan atau proses perkenalan para peserta, hingga berbagai ice breaking yang digunakan untuk mencairkan situasi stagnan forum pelatihan. Selama ini, pihak panitia pelatihan biasa melakukan penggandaan materi dengan cara fotokopi. Hal ini tentu sangat disayangkan, sebab peserta pelatihan akan mengumpulkan potongan-potongan materi pelatihan yang ditakutkan akan terselip di tempat lain, sehingga sulit dipraktikkan pada saat-saat dibutuhkan.


Dari berbagai pengalaman pelatihan yang pernah kami ikuti, kemudian muncullah ide untuk membukukan materi pelatihan menjadi buku panduan pelatihan, meskipun masih banyak yang menggandakan dengan cara difotokopi. Ide semacam ini akan sangat membantu bagi fasilitator maupun panitia pelaksana, terutama jika pelatihan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan hingga pada implementasi di lapangan. Buku pandauan akan sangat memudahkan dan menjadi referensi yang patut diperhitungkan.

Proses pertama yang biasa dilakukan untuk membuat buku panduan, sebelum dilakukan pencetakan adalah mengumpulkan semua materi yang terkait dengan tema pelatihan. Tak jarang diperlukan proses editing dan seleksi materi, sebab tidak semua fasilitator memiliki keahlian menulis sehingga kalimat-kalimat dalam materi harus dipoles sedemikian rupa untuk kenyemanan pembaca atau peserta pelatihan.

Sebelum dilakukan layout, perlu diperhatikan pula muatan-muatan yang berbentuk gambar, table, atau materi lain yang harus ditangani secara khusus, agar didapat hasil settingan buku yang baik. Salah satu contoh kasus, setidaknya, perlu dipersiapkan gambar-gambar yang memiliki resolusi agak tinggi, sehingga pada saat dilakukan cetak buku panduan, gambar tetap jelas dan memiliki ketajaman yang baik. Jika Anda terpaksa menggunakan gambar-gambar dari referensi buku yang lain, sebaiknya dilakukan scanning terhadap gambar tersebut.

Apabila memungkinkan, kita bisa meminta pendapat fasilitator yang lain sehingga didapatkan model buku panduan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan yang akan Anda jalankan. Bahkan, jika memungkinlan lagi, Anda juga bisa meminta masukan kepada para peserta pelatihan tentang rencana pembuatan atau cetak buku pelatihan yang akan Anda lakukan. Berikanlah beberapa lembar formulir masukan bagi buku panduan pelatihan Anda. Masukan dari peserta pelatihan sekarang tentu juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap materi yang telah disempaikan kepada mereka.

Jika semua masukan untuk cetak buku panduan pelatihan sudah Anda dapatkan, segeralah perbaiki sesuai dengan kebutuhan Anda, lalu siapkan covernya serta jika memungkinkan naskah buku panduannya bisa dilayout sekalian. Jika tidak bisa melakukan layout sendiri, sebaiknya Anda meminta bantuan atau menggunakan jasa layanan lauout, bahkan editing sekalian. Kalau Anda tidak mengetahui tempat jasa tersebut, kami siap membantu melaksanakan tugas tersebut. Apabila segala keperluan cetak buku panduan pelatihan sudah siap, segera kirimkan filenya kepada kami untuk dicetak, sesuai pesanan Anda. Salam.

logoblog

Senin, 09 November 2020

Menerbitkan dan Cetak Buku Kumpulan Artikel Koran atau Media Massa


Suatu ketika, kami mendapat pertanyaan yang cukup positif tentang ide menerbitkan dan mencetak buku dari beberapa orang teman dan pelanggan. Pertanyaan yang hampir semuanya memiliki semangat yang sama, membuat kami tersenyum bahagia. Pada initinya pertanyaan tersebut berkaitan dengan cara menerbitkan buku atau cetak buku yang tulisan-tulisannya berupa kumpulan artikel atau opini yang pernah dipublikasikan di Koran atau media online. Kontan, kami langsung menanggapi cukup serius, sebab sebelumnya, kami juga pernah melakukan hal tersebut. Salah satu teman kami pernah menerbitkan buku berjudul Menuju Sistem Ekonomi Islam dengan menggunakan penerbit Titah Surga. Buku tersebut tak lain adalah suatu kumpulan artikel dan opini yang pernah dimuat di media cetak, baik lokal maupun nasional.

Dengan kalimat lain, menerbitkan buku kumpulan artikel adalah urusan yang sangat mudah. Mengapa disebut mudah? Semua orang tahu bahwa artikel-artikel atau opini-opini yang akan diterbitkan dalam bentuk buku secara umum memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi; telah melalui seleksi yang ketat oleh tim dan pimpinan redaksi media masa. Dengan demikian tidak memerlukan editing ulang, kecuali penulis ingin menambahkan beberapa revisi yang dirasa perlu, sesuai dengan perkembagan tema yang diusung dalam artikel. Jika tidak, kita hanya membutuhkan proof reading saja.

Hampir kebanyakan, artikel yang akan dibuat menjadi buku memiliki kemiripan tema atau keterkaitan topik, sehingga mudah dalam menentukan judul bukunya. Apabila artikel-artikel tersebut memiliki beberapa tema, kita bisa memilih yang setema atau setopik untuk disatukan atau dibuat dalam bab-bab yang berlainan. Akan tetapi, sebaiknya setiap bab memiliki keterkaitan satu sama lain, minimal berdekatan dengan tema besar buku yang akan diterbitkan.

Untuk masalah cetak buku, kita tidak perlu terlalu repot melakukan layout sebagimana buku-buku ilmiah, sebab pada umumnya tidak memuat gambar, bagan, atau tabel. Maka, pengerjaan layoutnya tidak membutuhkan waktu yang lama. Jika sudah dilayout, Anda tinggal membuat desain cover yang dianggap cocok atau mewakili tema yang diusung buku terbitan tersebut.

Selanjutnya, carilah percetakan yang menurut Anda memiliki kualitas dan pelayanan yang baik serta menawarkan harga yang sesuai dengan modal Anda. Jika Anda kesulitan mencari, kami siap membantu menerbitkan dan melakukan cetak buku kumpulan arikel koran Anda. Jika Anda mempercayakan kepada kami, semoga ada jodoh di anatara kita, berkait dengan kerja sama yang akan dilakukan bersama. Salam.



logoblog